Rabu, 14 Agustus 2013

MADING MEMBAWA CINTA


hobi ku menulis cerpen dan novel.hobi itu mulai ku tekuni sejak ku masuk ke sebuah sekolah yang bisa di bilang cukup favorit di kota ku.sekolah ku ini pernah menjadi juara satu dalam lomba cerpen se-tingkat kabupaten,dan aku masuk juga ke dalam anggota itu.di sini aku akan menceritakan bagaimana hobi ku itu membawa sebuah cinta yang sangat manis hingga saat ini.


awal kisah ku mula dari saat ku masuk di sekolah itu,setelah melaksanakan mos selama 3 hari,ku pun di terima di sekolah itu.hari - hari pertama di sekolah ku jalani seperti biasa.berkenalan dengan banyak orang di sekolah itu,baik satu angkatan atau kakak kelas.
suatu hari tak sengaja saat ku sedang melewati koridor yang menuju ke kelas ku ku berhenti di depan mading sekolah.di mading itu ku membaca bahwa organisasi mading sekolah ku sedang mencari anggota tambahan untuk madingnya. dari situ entah kenapa ku mempunyai keinginan untuk masuk ke organisasi mading itu.akhirnya ku mencari ketua osis dan menanyakkan kepadanya bagaimana caranya untuk masuk ke dalam organisasi masing itu.kata ketua osis aku harus mendaftar kepada ketua madingnya yang bernama LUCIA INDIAYANI ,segera aku pun mencari orang yang di beritahukan oleh ketua osis itu.
saat ku bertemu dengannya di perpustakan ku terdiam karena wajah ketua mading itu sangat cantik.cewek tinggi 169,berambut agak pirang bergelombang,dan bibir tipis merah.
'hey kenapa diam?' tanya lucia padaku.
'ha?mmm..mmm..kamu ketua mading sekolah ya?'
lucia mengangguk 'ada yang bisa aku bantu?
'ada...aku mau jadi anggota mading sekolah'ujar ku
lucia hanya mengangguk.'boleh,kalau gitu sepulang sekolah kamu bertemu dengan ku disini'.
aku pun mengangguk dan langsung pergi dari hadapannya.
sepelung sekolah,ku langsung berlari menuju ke perpustakaan,sesampainya di sana ku melihat lucia yang telah menunggu ku.
'silahkan duduk' ujarnya
aku hanya tersenyum dan langsung duduk di hadapannya.
'kamu bisa buat artikel, cerpen , atau puisi' tanyanya padaku
aku hanya menggeleng.
'key,kalau gitu kamu butuh latihan dulu'
aku mengangguk.
lucia lalu mengambil sebuah buku dari tas yang ada di sampingnya dan memberikan buku itu padaku.
'itu buku tentang bagaimana seseorang menulis cerpen,artikel atau puisi..kamu baca dan nanty kamu ketemu aku lagi setelah membaca buku itu'.
aku pun mengangguk lalu pergi dari hadapannya.
aku membaca buku itu dengan serius,hanya perlu waktu 2 hari bagiku untuk menyelesaikan buku yang berhalaman 213 itu.setelah selesai membaca buku itu aku pun mencari lucia di ruang perpustakan(ruang favorit lucia kalau di sekolah).
'kamu siap kalau aku suruh buat puisi sekarang?' tanya lucia
'siap' jawab ku mantap.
lucia lalu memberi secarik kertas dan pulpen.lalu di hadapannya lah aku membuat puisi itu.
kau mengenalku
begitu juga dengan diriku
kau mengerti aku
begitu juga aku mengerti dirimu
kau hadir saat aku sedih
kau hadir saat aku senang
kau hadir dalam setiap keadaanku
terima kasih atas semua perhatian yang kau berikan padaku
sahabat 
kau kan selalu ada di hatiku
untuk selamanya
 
lucia mengangguk setelah membaca puisi yang kau buat itu.dari situlah aku mulai menjadi anggota mading sekolah.karya - karya yang ku tempel di mading sekolah itu di sukai oleh hampir 80% dari warga yang ada di sekolah ku itu.dari karya- karya ku itulah lucia jatuh cinta kepadaku.ku mengutarakan rasa cintaku pada dirinya melalui sebuah puisi yang ku tempel di mading sekolah.dan puisi itu masih tersimpan di sejarah sekolah ku.
hingga kini nama lucia indirayi selalu melekat di hatiku.kami kini telah memiliki 2 orang anak yang mempunyai hobi sama dengan diriku dan lucia,yaitu mengarang novel dan cerpen.


terima kasih..